Kamis, 17 Juli 2014

Peluang Usaha Jasa Pengadaan Barang

Peluang usaha tender jasa pengadaan barang

Kini saya ingin berbagi peluang usaha “Jasa Pengadaan Barang”
Pada pertengahan hingga akhir tahun, kantor saya banyak dikunjungi pelanggan dari rekanan pemerintah / swasta. Mereka adalah para pemenang tender pengadaan barang, khususnya mesin dan alat berat. Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Medan, Jakarta, hingga Merauke
Nilai yang mereka belanjakan lumayan besar. Semua tergantung dari jenis barang yang mereka beli dan lembaga apa yang mereka menangkan tendernya.
Saudara,
Usaha jasa pengadaan barang adalah usaha berupa jasa untuk menyediakan barang yang dibutuhkan oleh suatu lembaga, baik pemerintah maupun swasta. Usaha jasa pengadaan barang ini biasa juga disebut kontraktor. Setiap tahun, biasanya pemerintah memberikan anggaran belanja pada beberapa lembaga untuk belanja barang. Barang-barang tersebut biasanya digunakan untuk pemberdayaan masyarakat atau ‘koleksi’ lembaga tersebut.
Nah, untuk mencegah praktek KKN, maka diadakanlah tender (biasanya terbuka) untuk mencari siapa yang paling layak memegang amanah belanja barang tersebut. Panitia tender memilih peserta tender yang dinilai layak memegang uang rakyat tersebut.
Beberapa lembaga yang saya tahu sering berbelanja barang antara lain :
  • Dinas pertanian
  • Deperindag
  • Dinas peternakan
  • Sekolah-sekolah
  • LSM di daerah bencana untuk pemberdayaan masyarakat
  • dan masih banyak lagi (silahkan cari info di media massa di kota Anda)
Apa saja yang harus diperhatikan pada usaha jasa pengadaan barang ini ?
Bagi Anda yang berminat untuk menangkap peluang usaha ini, hal-hal yang harus Anda perhatikan antara lain :
  • Anda harus memiliki perusaahan legal (Akta,Siup,TDP,NPWP)
  • Cari info pengadaan barang di media massa, atau datang langsung di lembaga yang bersangkutan
  • Menangkan tender pengadaan barang tersebut dengan memberikan tawaran barang berkualitas dengan harga pantas, ada pelayanan purna jual dan garansi. Biasanya peserta tender cukup banyak. Anda harus menang dengan tawaran tersebut
  • Hindari untuk bermain curang, apalagi KKN dengan lembaga / panitia tender. Tidak masalah dapat uang banyak, yang penting halal dan barokah, he..he..
  • Jika Anda menang tender, belanjakan uang tender untuk membeli barang SESUAI YANG ANDA TAWARKAN SAAT LELANG / PRESENTASI. Jangan pernah menggannti dengan barang lain, tanpa seijin panitia. Karena ini bisa menimbukan masalah di kemudian hari.
  • Untuk memenuhi kebutuhan barang tender, biasanya Anda mencari supplyer barang tersebut. Carilah supplyer yang bisa dipercaya, lebih-lebih jika sudah berpengalaman
Tertarik ?

Bisnis Cetak Digital Pin, Kaos dan Mug

menjadi momok bagi sebagian orang karena bingung memilih  bisnis apa yang cocok dan berprospek ke depannya. Terlebih lagi masalah modal dan kemampuan keterampilan masih sering menjadi kendala.
Namun jika jeli, maraknya kebutuhan perusahaan untuk produk promo cetak yang dikemas dalam beberapa media seperti cangkir, kaos, pin dan lain-lain, mungkin bisa menjadi pilihan untuk memulai bisnis.
cangkir-pin-dalam
Adalah Lembaga Pendidikan Teknologi Terapan Indonesia (LPTTI) yang menyediakan pelatihan berbisnis usaha cetak digital mulai dari cetak pin, kaos, mug, ID Card, piring, keramik, kain, tas dan lain-lain. Calon wirausahawan akan dibekali beberapa keterampilan seperti komputer desain grafis, operasional mesin cetak digital, penggunaan beberapa media cetak dan lain-lain.
Menurut seorang Tutor LPTTI Yanwar Katamsi mengatakan bahwa prospek bisnis cetak digital untuk media khusus promo ke depannya masih cukup menggiurkan. Pelatihan ini kata dia, sebagai investasi awal bagi wirausahawan baru yang akan memulai usaha dengan modal dan operasional usaha yang relatif mudah.
Yanwar mengatakan bisnis cetak digital bisa dijalani sebagai bisnis sambilan khususnya bagi orang yang masih bekerja atau belum bekerja tanpa harus bersusah-susah membuka gerai khusus. Namun kata dia bisnis ini sangat tergantung dengan kemampuan menembus pasar dengan menawarkan jasa cetak digital kebeberapa perusahaan atau instansi yang memerlukan media cetak promo.
Selain itu, bisnis cetak digital media promo bisa dilakukan dengan membuka gerai khusus seperti di areal kampus, pusat-pusat perbelanjaan dan lain-lain. Dikatakannya pasar dari segmen ini lebih pada anak-anak muda misalnya untuk produk kaos, namun khusus untuk produk pin cukup kenceng pada saat kampanye, acara-acara khusus promo. Bahkan untuk produk mug (media cetak keramik seperti cangkir) cukup laris dipesan oleh-oleh perusahaan maupun instansi khusus seperti rumah sakit dan lain-lain.
“Untuk modal kerja investasi alat tidak lebih dari Rp 15 juta (pin, kaos, mug, ID card),” kata Yanwar saat berbicang dengan detikFinance, Kamis malam (25/6/2009).
Ia mencontohkan untuk pemula yang akan terjun khusus untuk produk pin, setidaknya harus merogoh kocek untuk alat pres pin Rp  2,1 juta, cutter pemotong Rp 125.000,
printer khusus dokumen foto Rp  2,1 juta, perangkat computer Rp 4 juta. Sedangkan untuk barang modal seperti material pin Rp 80.000 mencakup 100 buah dan kertas catak Rp 40.000 sebanyak 100 lembar.
Beberapa produk pin sangat bermacam-macam variasinya mulai dari jenis pin pengait, jenis magnet, tutup botol, gantungan kunci dan lain-lain. Selain itu, untuk produk lainnya seperti kaos, mug, id card harus menggunakan mesin cetak khusus lainnya.
Bicara soal margin, untuk satu buah pin, bisa diambil keuntungan Rp 1.000-1.500 per buah, dengan harga jual pin mulai dari Rp 3.000-3.500 per buah. Sedangkan untuk jenis catak kaos, harganya mulai dari Rp 40.000-60.000 sangat tergantung dengan jenis bahan dan warna kaos dengan margin yang cukup menggiurkan.
“Dari pengalaman yang ada balik modal dari usaha ini bisa 4 bulan. Seperti di Bogor, ada peserta didik yang punya langganan rumah sakit  khusus untuk  pesan mug,” jelasnya.
Ia mencontohkan untuk produk pin, jika mampu menjual 50 pin per hari maka balik modal selama 4 bulan relatif lebih mudah, sedangkan untuk kaos hanya cukup menjual 5-6 kaos buah per hari dan untuk mug 10 buah per hari.
“Intinya dari bisnis ini pemasarannya, si pelaku harus jeli sekali,” jelasnya.
Yanur menambahkan secara umum dari bisnis ini lebih mengincar segmen anak muda, dan masuk katagori bisnis  kreatif. Ia mengakui pemain di bisnis cetak digital untuk kota-kota besar seperti Bandung dan Jakarta sudah lumayan banyak.
“Bisnis ini masih sangat prospek di daerah-daerah, sangat menjanjikan,” serunya.
LPTTI menggelar beberapa kelas pelatihan dengan biaya mulai dari Rp 1 sampai 1,5 juta untuk 10 kali pertemuan selama 2-3 minggu dengan jadwal pertemuan yang bisa disesuaikan peserta. Untuk kelas reguler dibuka mulai Senin-Kamis siang hari, sedangkan kelas khusus dibuka Senin-Kamis untuk sore dan malam hari dan kelas eksekutif dibuka Sabtu-Minggu.

Lembaga Pendidikan Teknologi Terapan Indonesia (LPTTI)
Wisma Subud
Jl. RS Fatmawati No 52 Cilandak Barat
Jakarta Selatan 12430